Sabtu, 30 Agustus 2014

Sindrom “Gumunan” dan Sindrom “Kagetan”

,
                Pencak silat pernah, pencinta alam pernah, belajar sastra Jawa pernah. Bercita-cita jadi aktivis, akademisi dan semua cita-cita yang pernah aku impikan beberapa tahun silam baik ketika masa SMP maupun masa SMA bahkan sampai kuliah.

                Sebenarnya aku sendiri bingung dan tidak paham kenapa aku punya hasrat yang kuat untuk belajar terhadap sesuatu yang baru yang kelihatannya itu menarik untuk dipelajari. Ok, it’s fine if you have a will to learn about something new. Tapi selama ini justru sesuatu yang telah lama aku pelajari menjadi barang mangkrak aku tinggalkan begitu saja. Apakah ini yang dimaksud dengan istiqomah dalam belajar, berilmu dan beramal ?

                Tholabul ‘ilmi walaw bisshin merupakan pedomanku yang menjadikanku semangat untuk belajar tentang segala hal. Namun dalam prakteknya tidak semudah sabda Kanjeng Nabi ini. Sebab orang belajar memang banyak godaannya, bukan hanya godaan dalam bentuk barang yang jelek namun bisa juga dalam godaan yang berbentuk sesuatu yang menarik lain, entah itu ilmu lain atau sesuatu yang menarik perhatian. Bisa jadi bukan ?

                Mulai dari saat ini aku akan terus memantau segala keinginan yang tidak terkontrol untuk mencegah ketidakistiqomahan hati dan fikiran dalam berpikir dan bertindak. Semoga tulisan ini bisa menjadi semacam reminder, tadzkirah dan sekaligus sebagai muhasabah bagi al faqir yang hina ini.

                Wassalam


                 Malang, 28 Agustus 2014 – 2 Dzulqa’dah 1435 H 





Read more →